[FAIL Move On Series] Yellow Car?

yellow car 2

FAIL Move On Series

#2 : Yellow Car?

 

a ficlet series written by xxjungiexx

starring [CNBlue] Kang Minhyuk and [fx] Jung Soojung

Cameo by another 94 line girl group idols.

School-life, Comedy?, a lil bit of Romance and Fluff. | T | Ficlet

“Serius, dia ingin mengenalkanku pada ayahnya?”

 

 

Bel pulang sekolah sudah berdering.

Seluruh teman-temanku segera berhamburan menyerbu pintu kelas. Sementara Aku dan Jiyoung justru melangkah ke ujung kelas, mengambil sapu, lalu menyapu seisi kelas. Ya, hari ini, aku dan Jiyoung mendapat jatah piket kelas.

Jiyoung menyapu sisi kelas sebelah kanan, sedangkan aku di sebelah kiri. Kami menyapu sambil sedikit bercanda dan basa-basi. Kami sudah terlalu penat dengan jadwal pelajaran hari ini, sehingga kami memutuskan untuk tidak banyak bicara.

“Halo semuanya!” pekik Suzy dan Jinri sambil memasuki pintu kelas. Memang, mereka berdua berbeda kelas dengan kami.

“Hai.” Sahutku dan Jiyoung seadanya. Kami sudah benar-benar jenuh dan ingin segera merebahkan diri diatas kasur kami dirumah.

Suzy dan Jinri dengan sabar menunggu kami berdua selesai menyapu. Mereka duduk di salah satu bangku yang ada sambil sedikit berbicara membahas suatu hal yang aku dan Jiyoung sendiri tak mengerti.

“Soojungieee!!” tiba-tiba aku mendengar suara lelaki itu menggema di telingaku dari koridor kelas. Sial, mau apa lagi dia? Aku sudah hampir gila karena perasaanku padanya yang tak segera hilang.

Kang Minhyuk memasuki kelas dengan napas terengah-engah dan tubuh bermandikan keringat. Ia berusaha menetralkan napasnya lalu mulai berbicara.. padaku. “Jungie! Jungie! Lihat! Aku sudah dijemput ayahku.”

Aku diam sejenak. Menghentikan aktivitas menyapuku. Lalu melanjutkannya lagi sambil berbicara dengannya.
“Lalu, apa hubungannya denganku?” ucapku cuek sambil tetap menyapu. Aku ingin segera pulang.

“Oh ayolah. Kemari dan lihatlah sebentar.” Kang Minhyuk masih setia berdiri didepan pintu, berbicara denganku dengan nadanya yang merayu.

“Ya sudah pulanglah sana. Kau kan sudah dijemput. Lagipula, apa kau tidak melihat aku sedang sibuk?” Aku menyahutinya sambil tetap menyapu. Aku sedang tidak ingin menatap matanya. Aku takut akan ada sesuatu pada diriku jika aku memberanikan diri menatapnya.

“Oh ayolah Jungie, kemarilah. Kau sibuk apaan sih? Hanya menyapu saja.”

“………..” Aku tidak menyahuti ucapannya lagi. Entahlah, mungkin malas atau aku takut perasaanku untuknya semakin sulit dipendam.

GREP!

Pergelangan tanganku ditarik Minhyuk secara tiba-tiba. Aku yang masih shock dan bingung hanya menurut saja.

“Hei Kang Minhyuk, kau tidak lihat aku masih menyapu? Jika kau membawaku pergi sekarang, aku bisa dihukum nona ketua kelas kita piket seminggu, bodoh.” Aku mulai mengumpat dan mengeluarkan omelanku pada Minhyuk. Saat mendekati pintu kelas, aku segera melempar sapu yang kupegang ke ujung kelas. Ke tempat dimana seharusnya ia berada. Tak bisa dipungkiri, jantungku sudah hampir lepas saat ini.

“Semangat, Jungie!!” pekik ketiga sahabatku dengan heboh.

Sialan sekali mereka. Bukannya membantuku melupakan Minhyuk, justru seperti ini. Aku cemberut. Minhyuk seakan tuli. Ia tidak merespon segala umpatan yang keluar dari bibirku.

“Hei Kang Minhyuk, untuk apa kau mau menunjukkan mobil ayahmu padaku?”

Demi apapun. Sekalipun aku sudah memendam perasaan pada orang ini selama tiga tahun, aku masih tidak mengerti jalan pikirannya.

“Tentu saja untuk mengenalkanmu pada ayahku.”

Aku berhenti berjalan. Serius? Dia ingin mengenalkanku pada ayahnya?

Aku tertawa miris. “Serius? Untuk apa?”

“Sudahlah kita bahas itu nanti saja. Sekarang, ayo kita bertemu ayahku. Aku takut ia akan marah jika kita terlalu lama.” Aku hanya terdiam selama ia menarikku. Aku sudah speechless.

Ia menghentikan langkahnya tepat didepan parkiran mobil.

“Nah Jungie, kau lihat mobil berwarna kuning itu?” ia melepaskan pergelangan tanganku sambil menunjuk ke satu arah.

“Mobil kuning? Yang mana sih?” Setahuku, ayahnya tidak pernah memiliki mobil dengan warna mencolok seperti kuning. Apa beliau ganti mobil?

“Itu.. masa kau tidak melihatnya?”

Aku menelisik parkiran mobil. Mataku mencari mobil warna kuning yang dimaksud Minhyuk. Mana sih? Dan.. jackpot! Aku ketemu. Tapi..

“Eh, kau serius itu mobil ayahmu? Itu kan sebuah truk.” Aku menatapnya bingung. Minhyuk terlihat menahan tawanya, lalu tanpa berdosa ia berkata, “Hahahahaha. Tentu saja tidak. Ayahku mana mau menjemputku di sekolah, kan aku sudah bisa mengendarai sepeda motor sendiri.”

Aku memaksakan tawaku. Haha, sial sekali aku hari ini. Berharap terlalu banyak.

“Ah, sepertinya aku harus melanjutkan piketku. Sampai ketemu besok!” aku segera berlari pergi meninggalkan Minhyuk di parkiran. Tidak ada airmata. Karena seharusnya dari awal aku sudah tahu jika akhirnya begini. Kang Minhyuk, berbuatlah seperti ini terus agar aku semakin mudah membencimu dan melupakanmu.

Aku berhenti sebentar. Menarik napas panjang. Jung Soojung, kau harus bisa!

Yellow Car? – end

 

Haii…

Maaf ya, lagi-lagi update nya telat T^T. Semoga chapter ini lebih bagus dari chapter sebelumnya yaa..:3

Ciao^^

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s