Sunday Minhyuk

sunday minhyuk

Sunday Minhyuk

 

a story written by xxjungiexx

 

starring [CNBlue] Kang Minhyuk & [fx] Jung Soojung

Family, Comedy, Romance. || PG – 13 || Vignette

 

Maaf, Pak. Tapi, berenang di air mancur tidak diperbolehkan.

 

 

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan tepat, namun Minhyuk masih tertidur pulas di kasurnya. Masa bodoh dengan sinar matahari yang mulai masuk melalui jendela. Ia masih lelah setelah semalaman merayakan ulang tahun Jungshin, plus menyetir lima jam dari Busan ke Seoul karena ada pertemuan dengan kolega bisnisnya.

Pagi Minhyuk masih terasa tenang, hingga ia merasa ada sesuatu yang meniup wajahnya. Atau … lebih tepatnya bukan sesuatu, tapi seseorang.

“Hyukkie….” suara lembut Soojung mengalun di telinga Minhyuk. Sementara itu, Minhyuk hanya mengerang sebentar, lalu menutupi wajahnya dengan bantal. Soojung tak menyerah. Ia merebut bantal Minhyuk lalu meniupi wajahnya kembali.

“Ngh … Soojung, aku masih mengantuk.” Minhyuk merengek seperti bocah, sedangkan Soojung justru berdecak kesal. “Bangun, Kang Minhyuk. Umurmu sudah hampir 30 tahun, tapi tingkahmu sama seperti Chanyoung.” Soojung melempar bantal Minhyuk tepat ke wajahnya.

Minhyuk sama sekali tidak menggubris Soojung. Ia justru berpindah posisi membelakangi Soojung, menguap sebentar, lalu berkata, “Terserah.”

Soojung jadi gemas, “Kang Minhyukkk!! Bangun! Chanyoung ingin jalan-jalan dengan Daddy-nya.” Soojung menggelitiki pinggang Minhyuk, lalu tertawa cekikikan. Minhyuk pasti menyerah jika sudah menyangkut dengan titik lemahnya.

Minhyuk tertawa sambil meringis, “Jungie, cukup! Aduh! Iya, iya, aku bangun.” Minhyuk terduduk di kasur dengan bibir mengerucut. Jelas ia kesal hari minggunya diganggu. Sementara itu, Soojung tersenyum manis, “Nah sekarang, cepat mandi, lalu turun. Aku sudah menyiapkan sarapan.” Ia mencubit pinggang Minhyuk sekilas, lalu beranjak dari kasur.

“Jungie….”

“Ada apa?” Soojung duduk kembali di kasur.

“Tolong, mandikan aku.” Minhyuk tersenyum evil, sedangkan Soojung melotot menatap Minhyuk. “Jangan gila, Kang Minhyuk. Sudahlah, aku harus memandikan Chanyoung.” Soojung hendak beranjak, namun tiba-tiba Minhyuk menarik tangannya, lalu mengecup bibirnya sekilas.

Pipi Soojung merona. Sementara Minhyuk tertawa cekikikan, “Morning kiss.”

 

 

Daddy!” Chanyoung memekik senang ketika melihat Minhyuk duduk menikmati sarapan buatan Soojung. Minhyuk tersenyum sambil mengunyah sarapan, “Anak Daddy sudah wangi, ya? Kau tidak merepotkan Mommy ‘kan?”

“Tidak! Selama Daddy kerja, Chanyoung selalu menuruti kata Mommy. Chanyoung bantu Mommy beresin mainan kok.”

Minhyuk mengelus kepala Chanyoung sambil tersenyum, “Nah, itu baru anak Daddy. Sekarang, ayo buka mulutnya, pesawatnya sudah mau mendarat. Aaaaa….”

Soojung hanya memperhatikan interaksi mereka dari dapur sambil mencuci piring. Kadang ia sedikit terkikik mendengar ocehan Chanyoung yang begitu lugu. Saat mencuci gelas terakhir, Soojung mendengar Chanyoung berkata, “Daddy, ayo kita pergi berenang!”

Minhyuk menyeka nasi yang belepotan di bibir Chanyoung, “Habiskan dulu sarapanmu, Sayang.”

“Sekarang, Daddy! Aku mau berenang sekarang!”

Minhyuk menatap Soojung sebentar, “Bagaimana, Jungie?”

Soojung mengeringkan tangannya dengan tisu, “Terserah saja. Aku free hari ini.”

Minhyuk terdiam sebentar, lalu tersenyum, “Baiklah! Kita akan berenang hari ini.”

“HOREEEEEE!!!!”

 

 

Minhyuk dan Chanyoung duduk di sebuah bangku yang disediakan khusus pengunjung kolam renang. Mereka sedang menunggu Soojung membeli tiket. Minhyuk sendiri asyik dengan ponselnya. Ia sedang memantau perusahaannya. Maklum, Minhyuk adalah CEO sibuk. Sementara, Chanyoung sudah menggeliat gelisah di pangkuan Minhyuk.

Daddy.” Minhyuk berdeham.

Chanyoung menarik-narik kerah baju Minhyuk, “Kapan kita berenang?”

“Setelah Mommy membeli tiket.”

“Kenapa Mommy lama sekali?”

“Karena ia harus mengantri.”

Daddy, aku mau berenang!” Chanyoung semakin kuat menarik kerah baju Minhyuk. “Aduh! Iya, sabar. Tunggu Mommy dulu.” Minhyuk membenarkan kerah bajunya.

Daddy, kita tidak perlu beli tiket. Lihat! Disana ada kolam besar untuk berenang!” Chanyoung memekik sambil menunjuk ke satu arah. Minhyuk melihat ke arah yang ditunjuk Chanyoung, lalu menggeleng, “Tidak, Sayang. Itu bukan kolam renang. Kita tunggu Mommy saja, ya.”

Chanyoung merengek, “Tidak, Daddy! Itu kolam renang! Lihat! Ada airnya!”

“Itu bukan kolam renang, Chanyoungie. Itu air mancur.” Minhyuk berusaha sabar menjelaskan sambil mengelus kepala anaknya.

“Air mancur? Aku mau lihat! Aku mau lihat!”

Minhyuk mengulas senyum, “Janji pada Daddy, kau hanya akan melihat saja.”

“Iya, Daddy. Aku janji.” Lalu mereka saling menautkan jari kelingking. Setelah itu, Minhyuk menggendong Chanyoung sambil membawa bawaan mereka ke arah air mancur besar dekat pintu masuk. Chanyoung terlihat bahagia dalam gendongan Minhyuk. Ia tak henti-hentinya menunjuk kolam air mancur yang memang besar itu.

Saat Minhyuk dan Chanyoung sedang asyik menikmati air mancur, tiba-tiba ponsel Minhyuk berdering. Minhyuk segera menurunkan Chanyoung dari gendongannya, lalu merogoh saku dan mengangkat dering ponsel yang tak kunjung berhenti itu.

Chanyoung menatap Daddy-nya yang sedang telepon dengan sebal. Rasanya ia ingin menginjak hancur ponsel hitam berlogo apel separuh milik Daddy-nya. Ia masih ingin menikmati waktu dengan Minhyuk, tapi dering ponsel sialan itu mengacaukan segalanya. Chanyoung menatap lurus. Di hadapannya terdapat kolam renang yang besar dengan pancuran air di tengahnya. Pancuran air itu seolah-olah mengundang dirinya untuk bermain. Tanpa izin Minhyuk, Chanyoung segera berlari mendekat ke arah kolam renang, lalu mulai memasukkan satu kakinya ke dalam.

Dingin.

Ternyata, dalam kolam itu terdapat banyak ikan koi. Semakin gembira hati Chanyoung. Jarang sekali ia bermain dalam kolam renang yang ada ikan koi-nya. Tanpa banyak menunggu, ia segera memasukkan kedua kakinya ke dalam kolam, lalu bermain air bersama para ikan koi yang berenang menjauhi Chanyoung. Chanyoung segera mengejar para koi yang lari itu, hingga ke tengah kolam, dekat pancuran air.

Sementara itu, Minhyuk sudah selesai menelepon. Ia kebingungan mencari Chanyoung. Seingatnya, Chanyoung tadi masih berdiri di dekat kakinya, tapi sekarang sudah tidak ada. Matanya menyusuri area sekitar tempatnya berdiri, lalu terpaku pada kolam air mancur besar yang tadi ditunjuk Chanyoung.

DEG. Jangan-jangan….

Minhyuk segera berlari mendekat ke kolam, lalu berteriak, “Chanyoung!”

Tidak ada yang menyahuti Minhyuk. Minhyuk pun berlari memutari kolam sambil terus meneriakkan nama Chanyoung. Sampai … ada satu suara yang memanggilnya, “Daddy!!”

“Chanyoung!” Minhyuk menemukan Chanyoung dengan posisi sudah basah kuyup sambil memegang seekor ikan koi berwarna oranye ditangannya. “Daddy, lihat! Aku dapat ikan di kolam renang!” Chanyoung memekik bangga.

Minhyuk berusaha meredam emosinya. Bisa habis dirinya kalau nanti Soojung tahu anak kesayangannya sudah basah duluan sebelum masuk kolam renang.

“Chanyoung, dengarkan Daddy. Sekarang. Keluar dari kolam.” Minhyuk menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya. Chanyoung justru menggeleng, “Tidak, Daddy. Aku jarang berenang bersama ikan, sedangkan di sini banyakkk sekali ikan.”

“Kang Chanyoung, cepat keluar dari kolam sebelum hitungan ketiga.”

“Tidak!”

“Satu.” Minhyuk mulai menghitung.

“Dua.” Minhyuk menatap Chanyoung yang mulai gemetaran.

“Tiga. Cepat keluar dari sana, sekarang!” Minhyuk memerintahkan Chanyoung sekali lagi. Namun, bocah kecil itu justru kabur sambil tetap menggengam ikan koi oranye di tangannya.

Minhyuk sudah kehabisan akal. Mau tidak mau, ia harus masuk ke dalam kolam untuk mengajak Chanyoung keluar. Kalau tidak, bisa merah telinganya karena ditarik Soojung.

Minhyuk mulai melepaskan sepatunya, menggulung lengan baju serta celananya, lalu mulai memasukkan satu kakinya ke dalam air kolam yang dingin. Minhyuk celingukan sebentar sebelum benar-benar masuk ke dalam kolam. Bisa memalukan kalau besok muncul berita seorang CEO perusahaan besar berenang di kolam air mancur.

Setelah yakin tidak ada yang melihatnya, ia memasukkan kedua kakinya ke dalam kolam, lalu berteriak–lagi–memanggil Chanyoung, “Chanyoung! Kang Chanyoung! Kemari kau!”

Chanyoung tertawa kegirangan sambil berlari di dalam kolam. Ikan-ikan koi yang notabene sebagai penghuni kolam mulai terganggu dengan keberadaan Chanyoung dan Minhyuk. Ikan-ikan koi malang itu berenang berhamburan mencari area aman agar tidak terinjak Minhyuk maupun Chanyoung.

“Kang Chanyoung! Kemari kau! Ayo keluar dari kolam! Ibumu bisa membunuhku!” Minhyuk terus berteriak sambil mengejar Chanyoung yang semakin cepat. Saat ia hendak mengejar anaknya lagi, sebuah bunyi peluit terdengar memekakkan telinga Minhyuk maupun pengunjung di sekitar kolam itu.

Seorang lelaki bertubuh tambun dan mengenakan seragam bertuliskan ‘SECURITY’ berlari mendekati Minhyuk, “Maaf, Pak. Tapi, berenang di air mancur tidak diperbolehkan.”

Minhyuk mematung di tempatnya, lalu tersenyum palsu pada satpam bertubuh tambun itu, “Maaf, tapi saya tidak berenang di sini.” Putus sudah urat malu Minhyuk.

Satpam itu melotot, “Tapi, tetap saja, Anda telah masuk ke dalam kolam, Pak. Hal itu sangat dilarang.”

Chanyoung berhenti berlari ketika ia tahu Minhyuk sudah tidak berteriak dan memanggilnya seperti tadi. Ia segera menghampiri Minhyuk–sambil tetap menggengam ikan koi oranye yang sudah megap-megap kehabisan napas–. “Daddy!”

Satpam bertubuh tambun itu semakin melotot ketika melihat Chanyoung, “Apalagi, Anda sampai mengajak anak Anda masuk ke dalam kolam. Saya rasa itu bukan contoh yang baik, Pak.”

Ini satpam sok tahu banget, sih.

Minhyuk tersenyum palsu sambil menggendong Chanyoung keluar dari kolam, “Maafkan saya, Pak. Saya memang kurang perhatian pada anak saya. Permisi.”

Minhyuk hendak pergi meninggalkan satpam tambun yang masih melotot itu, namun, satpam itu berteriak sekali lagi, “Tapi, Pak, sebelum Anda meninggalkan kolam ini, saya mohon anda mengganti ikan koi oranye yang dibawa anak Anda.”

Minhyuk segera melihat ke tangan Chanyoung yang menggengam ikan koi oranye yang tampaknya sudah tak bernyawa itu. Ia memejamkan mata sebentar, lalu menghembuskan napasnya – berat – setelah itu berbalik, “Ya, nanti saya akan belikan yang baru.”

“MINHYUK! CHANYOUNG!” Double shit! Itu suara Soojung.

Minhyuk segera berbalik dan menatap Soojung. Sementara, Soojung menatap Minhyuk meminta penjelasan. Tiga lembar tiket masuk di tangannya sudah ia remas hingga kusut.

“Apa yang kalian lakukan hingga basah seperti ini?”

“Kami bermain di kolam renang, Mommy!” Chanyoung berkata dengan riangnya. Tak menyadari aura bahaya Soojung.

Soojung tersenyum mengerikan, “Oh … kolam renang, ya?”

Minhyuk hanya dapat tersenyum paksa menatap Soojung. Nyawanya akan habis sebentar lagi.  “Soojungie … aku bisa jelaskan.”

“Jelaskan di rumah, Kang Minhyuk! Sekarang, kita pulang!”

Chanyoung segera merengek mendengar Soojung, “Mommy, aku tidak mau pulang! Aku mau berenang!”

“Tidak ada lagi berenang, Kang Chanyoung! Sekarang, kita pulang!”

Soojung berjalan duluan sambil membawa barang bawaan mereka yang tadi diletakkan Minhyuk di dekat kolam. Sementara, Minhyuk berjalan sambil menggendong Chanyoung diiringi tatapan jenaka dari setiap orang yang melihat mereka.

Mampus aku!

 

Sunday Minhyuk – fin.

 

Halo!

Sebenernya, fic ini udah jadi dari seminggu yang lalu, tapi harus aku tunda karena aku kasih dulu ke Kak Lais (jojujinjin) buat di review. Jadi, big thanks buat Kak Lais yang sudah mau review fic ini^^

Btw, fic kali ini based on the prompt by Blooming Into Words I’m sorry but swimming in the fountain isn’t allowed. tapi aku terjemahin ke bahasa Indonesia karena kurang pas hehe.

Sekian dulu dari xxjungiexx, good bye!

Advertisements

15 responses to “Sunday Minhyuk

  1. Omg lucunya keluarga bahagia..
    Soojung galak juga ya,Minhyuk suami2 takut istri haha. Bikin ff hyukstal terus yaa..

  2. Annyeong…
    Slm kenal, aku sie line ’88. Aku langganan tetap Kanggunstory LadyNoel Eonnie, dan pengharap tetap Hyukstal (Jung Soo Jung untuk Kang Minhyuk dan Kang Minhyuk milik Jung Soo Jung, meskipun cm di ff).
    Aku suka banget nih ma karya xxjungiexx-ssi, simple tapi pasten, oi-llicious, boleh kasih ide?..
    Bisa ga ini dibuat series? Karakter fiksinya sama, tapi dengan konflik yg berbeda setiap series nya. Semoga dipertimbangkan ya idenya, gomawo.. annyeong

    • Halo! Aku bingung nih mau panggil apa soalnya aku ’01 line😂
      Wah, makasih sudah mau baca plus suka sama karya saya. Saya cuma seorang remaja labil yang jadiin Kang Minhyuk-Jung Krystal sebagai pelampiasan imajinasi😆
      Btw, idenya boleh juga. Nanti kalau ‘Fail Move On Series’ sama ‘Rose’ sudah tamat, mungkin bisa saya buat series dari fic ini^^

      xx,
      Jungie

      • Panggil apa ja boleh, sie boleh, kak boleh, Eonnie, mba, senyamannya kmu deh..😊
        “Fail Move On Series” n “Rose”, aku boleh ikut baca ga? N aku bisa baca dmana ya?
        Gomawo

      • Haha makasih eonnie😆 ‘Fail Move On Series’ sama ‘Rose’ bisa dibaca lewat index-library of fanfictions-trus tinggal cari judulnya aja udah aku kasi link semua 🙂

        Ps: untuk ‘Rose’ ceritanya Hyukstal belom keluar ya, yg baru keluar punya Jungkook BTS😊

      • Eeh, 😜 aku kurang scroll ke bawah, dah nemu di Tops Post & Pages. Izin to nikmatin karya mu ya.. 😆

      • Annyeong…
        Aku sudah baca karya kamu, tapi aku hanya baca yang main cast nya Hyukstal, maaf aku blm dpt feel utk pairing yg lain. Aku komen nya di sini aja ya, dirapel.. hehe..😅
        Baca karya kamu tuh serasa meneguk minuman soda kesukaan ku, suegerrr buanget, tpi sayang nya aku hanya boleh minum 1 gelas dlm jangka waktu 1 bulan. Jadi gemezz sendiri. Sama tuh ma karya kamu, pendek tapi ngangenin..
        Aku pasti bakal nungguin karya kamu yg lain lagi nih, tentunya kisah tentang hyukstal ya.. semoga kmu sehat bahagia dan sejahtera selalu, sehingga segala urusan kehidupanmu lancar dan deberi kemudahan , serta dapat berkarya dengan hasil yg lebih.. lebih… dan leeebiihh hebat lagi
        Gomawo

      • Makasih eonni😊 ngga nyangka kalo tulisanku bisa ngangenin xD hahaha
        Aku usahain deh habis UN nanti bikin Hyukstal lagi😆

  3. anyeong unnie aku readers baru
    unnie cerita nya bagus bgt keluarga bahagia
    unnie bikin cerira hyukstal lagi dong
    makasih unnie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s