[FAIL Move On Series] One Month with Kang Minhyuk

original

FAIL Move On Series

#5 : One Month with Kang Minhyuk

 

a ficlet series written by xxjungiexx

starring [CNBlue] Kang Minhyuk & [fx] Jung Soojung

Drama, School life, etc. || Ficlet || T

Setelah tugas kelompok dengan Minhyuk yang semakin membuat perasaannya membuncah, penderitaan Soojung
ternyata belum berhenti.

Dalam satu bulan ke depan, ia akan melaksanakan ulangan kenaikan kelas. Biasanya, sebelum ulangan kenaikan kelas, para guru akan lebih sering memberikan tugas dan ulangan harian yang frekuensinya lebih banyak dari hari normal. Keadaan semakin parah setelah wali kelas Soojung mengadakan pemindahan bangku. Sekarang, mau tak mau, Soojung harus setiap hari bertegur sapa dengan Minhyuk.

Karena, Minhyuk duduk di belakang Soojung.

Rasanya, Soojung ingin membuang saja bangku di belakangnya supaya Minhyuk tak jadi duduk di situ. Tapi, apalah daya. Soojung hanya mampu berimajinasi menendang bangku itu beserta Minhyuk di atasnya.

“Halo, Soojung! Kita bertemu lagi.” ucap Minhyuk dengan riang sambil menata alat tulisnya di atas meja.

Bertemu lagi kepalamu, Kang Minhyuk. “Ah, ya, kita bertemu lagi.” Soojung memaksakan seulas senyum, lalu beralih ke depan. Muak juga lama-lama melihat senyum Minhyuk yang tak kunjung sirna dari pikirannya.

 

 

Sudah satu minggu berjalan semenjak Minhyuk duduk di belakang Soojung. Perasaan Soojung semakin tak karuan rasanya. Di satu sisi, ia muak dan ingin segera melupakan lelaki itu. Akan tetapi, di sisi yang lain, ia merasa bersyukur dengan posisi bangkunya, karena Soojung dapat mengetahui sisi lain dari Minhyuk. Seperti, Minhyuk ternyata suka menggambar. Minhyuk juga menyukai hal-hal yang berbau fantasi dan anime Jepang. Lalu, Minhyuk gemar menonton film, terutama film horor dan … fantasi tentunya.

Selain dapat mengetahui sisi lain Minhyuk, Soojung juga dapat berinteraksi lebih dekat dengannya. Minhyuk kadang bertanya pada Soojung mengenai pelajaran yang ia tidak paham, sementara Soojung bertanya pada Minhyuk hanya sekadar basa-basi saja. Soojung paham semuanya, tapi ia memang sengaja bertanya untuk mendapat perhatian dari Minhyuk.

“Minhyuk, apakah kau mencatat tugas yang tadi diberikan Teacher Park?” Percayalah, ini hanya salah satu dari sekian banyak modus yang dilakukan Soojung.

“Oh, tentu saja … tidak. Kau kan tahu sendiri, sebenarnya aku tidak ada niat untuk sekolah.” ucap Minhyuk sambil tersenyum. Sementara itu, Soojung hanya menganggukkan kepalanya.

Orang ini sudah gila.

 

 

Memasuki minggu kedua, Soojung dan Minhyuk mulai ditegur guru-guru karena selalu berbicara sendiri ketika guru menjelaskan. Bahkan, beberapa guru berpikir bahwa mereka berpacaran. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan dalam benak teman sekelas mereka.

“Soojung!” Mendengar namanya disebut, Soojung menoleh.

“Apa benar kau dan Minhyuk berpacaran?” Soojung menghela napas. Entah sudah ke berapa kali pertanyaan seperti ini dilontarkan untuk dirinya.

 Soojung tersenyum getir, lalu berkata, “Tidak.”

Setelah menjawab, Soojung hendak pergi, ketika gadis itu tiba-tiba menimpali pernyataannya. “Oh, baguslah! Karena aku menyukai Minhyuk.” Soojung segera kembali memalingkanwajahnya ke gadis itu dengan tatapan tidak percaya.

“Kau? Menyukai Minhyuk?” hardik Soojung hingga membuat gadis itu sedikit terintimidasi. Soojung membuka bibirnya, hendak berbicara lagi, tapi tak mengeluarkan suara apapun.

“Ah, terserah kau lah, Minhyuk juga bukan pacarku.” Soojung benar-benar pergi setelahnya.

 

 

Ini minggu terakhir bagi Soojung untuk dekat dengan Minhyuk, karena minggu depan sudah ulangan kenaikan kelas. Jadi, mereka tidak akan bertemu lagi. Soojung biasanya berada di kelas C, sedangkan Minhyuk di kelas A. Hal ini semakin membuat jantung Soojung berdetak tak karuan setiap bertemu Minhyuk. Tak bisakah ada momen manis di antara kami?

Selama seminggu terakhir itu, Soojung sudah berusaha mengirimkan banyak kode ke Minhyuk supaya ia sadar. Akan tetapi, reaksi Minhyuk jauh dari ekspetasinya. Semua perasaan dan kebimbangan Soojung memuncak pada suatu malam. Ketika ia hendak tidur, ia memikirkan semua tindakan dan perkataan Minhyuk saat bersamanya. Kemudian, ia menyadari satu hal.

Bodoh. Sedari awal, Minhyuk memang tidak memiliki perasaan untukku. Ia bahkan tidak menganggapku. Aku sendiri yang terlalu berlebihan dalam menanggapi tindakannya.

Malam itu, Soojung tertidur dengan segenap perasaan sesak di dalam dadanya.

Keesokan pagi, Soojung berangkat ke sekolah dengan tidak bersemangat. Hari ini adalah hari terakhir ia bisa dekat dengan Minhyuk sebelum ulangan kenaikan kelas dilaksanakan. Tandanya, hari ini adalah hari perpisahan. Karena belum tentu di tahun ajaran depan, mereka akan kembali menjadi teman sekelas. Apalagi, tahun depan, mereka adalah seorang siswa kelas tiga. Siswa tahun terakhir.

“Hai, Soojung!” Minhyuk menyapa dengan riang, seperti biasanya. Tapi, Soojung diam saja. Ia lebih memilih untuk tidak mengacuhkan Minhyuk supaya perasaannya tidak berkembang biak lebih besar lagi.

“Oi, Soojung! Mengapa kau tidak menatapku sama sekali? Ck. Kau berubah menjadi sombong hanya dalam semalam.” ucap Minhyuk memanasi batin Soojung. Dikatakan sombong, tenju saja Soojung menjadi panas. Soojung pun menanggapi Minhyuk.

“Apa?” jawab Soojung dengan tatapan dingin. Sebenarnya, ini hanyalah tameng Soojung untuk menutupi rasa kecewanya terhadap Minhyuk.

“Apakah kau ada masalah? Kau bisa menceritakannya padaku.” Minhyuk menatap Soojung serius.

Masalahnya adalah dirimu. “Tidak ada. Aku baik-baik saja.” Soojung mengulas tawa palsu.

“Serius? Tapi, kau terlihat murung sedari tadi.” Minhyuk masih senantiasa menatap Soojung.

Soojung terdiam sebentar, lalu tersenyum getir, “Ah, terlihat sekali, ya?”

“Ceritakan, Jung Soojung. Siapa tahu aku bisa membantu.” Minhyuk mengedikkan bahunya.

“Ya … sebenarnya, aku merasa sedih karena mulai hari senin sudah ulangan kenaikan kelas. Aku … belum siap meninggalkan kelas ini. Mereka sudah seperti keluarga untukku.”

Bohong! Yang membuatku berat adalah kau sendiri, Kang Minhyuk.

Well, aku juga sebenarnya agak sedih mengingat besok kita akan ulangan kenaikan kelas.” Minhyuk terlihat murung. “Tapi, waktu terus berjalan. Mau tak mau, kita harus menjalaninya, Soojung.”

Soojung mengulas senyum tipis di bibirnya. Terkadang, Minhyuk bisa menjadi bijak juga.

“Ah, Soojung!” Minhyuk memanggil Soojung dengan ceria seperti biasa. “Semangat untuk besok! Semoga kita bisa naik kelas bersama-sama.”

Soojung tersenyum lebar, tapi hatinya merasa sesak. Minhyuk semakin membuat perasaannya goyah. “Kau juga, Kang Minhyuk. Aku harap kau belajar dengan serius kali ini.”

Tiba-tiba, Minhyuk mengulurkan kepalan tangan kanannya di hadapan Soojung. “Fist bump untuk kita.” Soojung terdiam sesaat. Ini di luar dugannya, tapi Soojung segera balas mengulurkan kepalan tangannya untuk Minhyuk.

“Untuk kita. Fighting, Kang Minhyuk!”

Hari itu, jam terakhir pelajaran diisi oleh sebuah perpisahan manis antara Minhyuk dan Soojung.

 

One Month with Kang Minhyuk — fin.

 

Halo, readers! Maaf ya, saya ngilang hampir dua bulan lebih. Jadi anak SMA ternyata nggak gampang, serius deh._.v

Saya juga mau bilang, kemungkinan part selanjutnya bakal jadi part terakhir series ini. Saya sudah lelah~  hutang terus, janji terus, tapi nggak update-update. Kasihan kalian juga yang nungguin 😦 Sejujurnya, saya pun udah kehabisan inspirasi nulis ini. Mau saya stop, tapi saya nggak mau lari dari tanggung jawab haha 🙂

Okeh, see you next part! Doakan saja supaya saya nggak repot, jadi bisa update secepat mungkin 😀

 

 

 

 

Advertisements

2 responses to “[FAIL Move On Series] One Month with Kang Minhyuk

  1. Uwaaaaaahhhh knpa ceritanyaaa cepat banget si endddnyaaa padahall suka banget sma ceritanyaaa, sama persis sama kehidupanku suka sma orng tpi ntu orang nggak peka”, mau mulai move on tpi nggak bisa”, ada aja masalahhh setiap mau move onnn
    Minnn updatenya ngaak papa kok lama” asalkan ffnyaaa jangan di bungkuss cepattt sayangg soalnyaaa ff hyukstal school life susah di cariiii Okeeee
    Fighting💪💪

    • Halooo….
      Wah, ngga nyangka bakalan ada readers yg pengen ff ini diperpanjang. Tapi, maaf, kelihatannya next part bener2 udah ending, karena saya udah stuck nulis ini😂. Jangan sedih, sehabis series ini tamat, bakal ada series hyukstal lagi kok! Tapi, beda genre ya, bukan school life lagi😄

      Terima kasih sudah mampir~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s